Kata Motivasi Bijak Semangat Pagi Hari 2021

  • Share
Motivasi Bijak Semangat Pagi Hari
Motivasi Bijak Semangat Pagi Hari
  • bulir-bulir bening melekat di wajah shubuh, menghamba ke langit; jatuh ke bumi membawa serta cerita yang lusuh.
  • sembari mereguk hangat mentari, mari meramu cinta dengan aksara
  • kamu adalah puisiku, aksara yang kupintal dengan rindu, larik yang kurajut dengan asa.
  • akulah detak di bilik jantungmu dan tuan irama dalam nafasku
  • aku jauh lebih menanti sepasang matamu yang pagi, ketimbang matahari yang pada akhirnya terbenam lagi.
  • Di mata sebutir embun, puisi seperti bulu tumbuh di kaki.
  • embun jatuh, pagi baru tumbuh. langit dan bumi adalah denyut lain dari denyut tubuhmu, tak berhenti
  • sebutir embun menetes di depan jendelaku, bulir indahnya menjelma senyumanmu.
  • Mataku perlu tetes embun, biar bisa menikmati senyummu: keindahan pagi paling puisi.
  • seorang perempuan menyajikan sebuah cangkir kosong di pagi buta. “Aduklah,” katamu. “Berdamailah dengan hampa.”
  • Seorang penyair menulis puisi pada dinding kabut yg lembap, terbitlah cahaya pertama dari kota mimpi, pertanda hidup kita abadi
  • tak kuhalangi semburat pertama menyentuh kulit, lalu kupahami– beginilah sesungguhnya hasrat cinta sejati yang tak melukai
  • Aku jatuh cinta berkali-kali, di tempat yang sama, di waktu yang sama dan pada orang yang sama, kamu. De javu rasanya.
  • Olehmu yang menggunung kecup pagi, cintaku kini, sayang; aroma kopi pinggir jalan, candu kesederhanaan.
  • Cermin yang pecah, tak mungkin bisa disatukan lagi, akan ada retakan dan serpihan kaca yang akan melukai tangan dan hati.
  • di hatimu yang telaga, lapang damai kuterima, segala gundah tiada, cintaku jatuh karenanya
  • Penghujung hujan, kemarau perkenalkan diri; seperti itu bangkit dari jatuh, sesekali gerimis menyela terik–tertatih.
  • jika kau tahu begitu banyak sajak tentangmu: tentang kenangan; tentang kehilangan.
  • Seperti mati yg tak mungkin kembali, begitu juga mencintaimu , cukup dalam hati — kekallah kau di dalamnya, selamanya
  • Temui aku, sayang; kan kau jumpai Rinduku memekik pagi berharap jemari bertemu jemari serupa peluk ditengah hari.
  • aku rindu memelukmu dengan puisi, menyentuh hatimu dengan kasih, dan menemanimu bermimpi lagi di bawah matahari.
  • Musim berganti, dan ibu ialah sebaik-baiknya payung teduh; yang bentang lengannya menjauhkan terik dan hujan.
  • kabut manyelimuti kotaku, kekasih, aku tak bisa menerbangkan kesedihan. bandara ditutup, segala kerinduan tertahan di sini.
  • Air mata kehilangan larut bersama hujan. Sejak saat itu, bayang kerinduan datang menyesaki kenangan.
  • Kalimat-kalimat bahagia aku sisipkan dalam doaku. Semoga kau aminkan meski kita tak pernah saling sapa.
  • Akan aku ikat segala luka pada angin yang berembus, agar kelak, saat kita berpisah tak ada yang perlu ditangisi.
  • kelak, jika musim kesedihan telah usai, datanglah padaku, bawakan aku bunga-bunga, yang tumbuh dalam saku bajumu.
  • hujan mengirim mayat embun ke kamarmu. seorang datang berziarah, dan berdoa dengan sajak-sajakmu.
  • Bila hujan mampu membanjiri seluruh halaman, aku harap engkau tak membenamkanku dalam harapan.
  • Hujan datang bercabang dalam ruang-ruang lengang. Dua wajah hampa tatapan, percakapan panjang urung digenapkan.
  • Hadiah bangun pagi: dikasih lihat pemandangan langit yang bagus sekali.
  • Aku selalu jatuh cinta kepada kopi, kepada pagi, karena apa? Karena nikmatnya adalah puisi paling nyata.
  • Di beranda, aku menanti wajahmu, bersanding dengan mentari. Agar tak melulu gulita hati meski dihinggapi sepi.
  • Barangkali senyummu diciptakan Tuhan di pagi hari. Hatiku sejuk kerap kali memandangnya.
  • berkas sinar berbalut keangkuhan, melahap habis rajutan mimpi penghias pagi, lalu terdiam, dalam kehampaan.
  • kabut di ujung pagi, merana dalam bisu mencekam, tertunduk malu pada bisik rayu sang bayu.
  • hidup hanyalah drama tanpa skenario, dan benarlah kata pujangga dunia hanyalah panggung sandiwara.
  • saat fajar menyingsingkan sinarnya, layar terbuka dan drama pun dimulai, aku terperangkap dalam wajah berhias topeng.
  • Mendung semakin pekat, sekelebat bayangmu membuat rindu bertambah sarat.
  • hei, gadis manis, telah aku torehkan namamu di dinding waktuku, biar selalu terpenjara hatiku di hatimu.
  • Pada pagi yang terbuat dari remah mimpi, aku mengalungkan harapan. Agar nanti, kenyataan dapat terwujud sebelum mati.
  • Harapanku sesederhana pagi nan indah. Bisa berada di dekatmu. Bisa buatmu bahagia. Bisa buatmu berarti.
  • Harapanku sederhana, aku hanya ingin bersama dengannya. Goreskan rindu, padukan hati, selamanya.
  • aku mencintaimu apa adanya, bukan karena sikap, sifat, perbedaan dan hal-hal yang tak ada habisnya kita bicarakan.
  • Kau jadi jendela dan aku jadi hujan kecil. Betapa kita disukai percakapan-percakapan panjang.
  • Pagi mendendangkan harmoni sejuk. Dalam simfoni riang, nyanyi harapan dikumandangkan, penuh sukacita.
  • pagi datang terlambat, desau memberat. sepasang lengan melekat, peluk dipererat. hangat menyengat.
  • Izinkan aku mengucap cinta bersama namamu, agar doaku selalu mencintaimu.
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *