Kisah Naik Haji Supardi Pedagang Es Dawet Asal Leuwimunding-Majalengka

  • Share
Kisah Naik Haji Supardi Pedagang Es Dawet Asal Leuwimunding GOOGLE
Kisah Naik Haji Supardi Pedagang Es Dawet Asal Leuwimunding GOOGLE

CIKIJING.COM – Kisah Naik Haji Supardi Pedagang Es Dawet Asal Leuwimunding-Majalengka Salah satu kisah Naik Haji yang berasal dari kabupaten Majalengka yang pastinya menjadi suri tauladan bagi kita semua terutama umat Islam yang ingin sekali naik haji, datangnya dari seorang pria berusia 68 tahun yang berprofesi sebagai penjual es dawet di Majalengka. Pria yang diketahui bernama Supardi yang saat ini sudah menjadi kakek tersebut, ternyata bisa sukses hanya dengan menjadi pedagang es dawet di daerahnya, yaitu desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.

Kisah naik haji Supardi pedagang es dawet asal Leuwimunding kabupaten Majalengka, langsung menjadi perbincangan masyarakat setempat dan menjadi pemberitaan media online setelah diketahui apabila pekerjaan pria bernama Supardi berusia 68 tahun ini hanyalah seorang penjual es dawet yang dianggap hanya mempunyai penghasilan yang kecil. Sehingga dengan adanya kabar pria ini akan menjadi calon haji di tahun 2024 yang akan datang, bisa menjadi contoh bagi kita semua dimana sebuah pekerjaan apapun dengan cara yang halal walaupun lama dalam menabung, bisa berakhir dengan baik.

Pedagang Es Dawet Naik Haji

Kepada awak media, bapak Supardi mengatakan jika dirinya sudah melakukan pendaftaran sebagai calon jemaah haji asal Indonesia pada tahun 2014 yang lalu, akan tetapi ia dipastikan akan berangkat ke tanah suci pada tahun 2024 yang akan datang. Namun ternyata, sebuah kabar gembira yang didapatkan oleh supardi, jika ternyata di tahun 2019 ini dirinya akan segera berangkat dikarenakan adanya penambahan kuota haji dari pemerintah.

“Saya daftar untuk menjadi jemaah haji kurang lebih tahun 2014 yang lalu, dan saya pun mendapatkan kursi untuk berangkat ke tanah suci pada tahun 2024 yang akan datang, akan tetapi Allah SWT berkehendak lain, ternyata saya bisa berangkat pada tahun 2019 ini. Alhamdulillah, saya dan keluarga sangat bahagia karena bisa berangkat naik haji lebih cepat,” kata Supardi.

Pria berusia 68 tahun ini, diketahui suka menjajakan dagangannya yaitu es dawet di alun-alun Jatiwangi, Majalengka, di mana pria kelahiran tahun 1951 ini mengakui apabila biaya untuk Naik Haji hampir seluruhnya didapatkan dari hasil jerih payah ia menabung dengan berjualan es dawet.

Kepada beberapa media online, Supardi mengatakan hasil penjualan es dawet dengan cara berkeliling di kecamatan Leuwimunding sampai ke daerah Jatiwangi suka ditabungkan dan ia pun tidak lupa untuk menyisihkan sebagian uang yang ia dapatkan dari penjualan es dawet kepada orang yang membutuhkan seperti fakir miskin, anak yatim piatu dan beberapa pondok pesantren.

Impian bapak Supardi untuk beribadah Naik Haji yang seharusnya berangkat tahun 2024 yang akan datang, ternyata mendapatkan hadiah yang luar biasa karena pria ini, bisa naik haji di tahun 2019 bersama kloter 74 asal kabupaten Majalengka.

Apabila melihat kisah naik haji Supardi pedagang es dawet yang berasal dari Leuwimunding tersebut, ternyata pekerjaan apapun yang dianggap menghasilkan uang yang sangat sedikit ketika terus berusaha untuk menabung dan mempunyai tujuan yang pasti, semua harapan bisa terkabul dan dibarengi dengan tetap mengingat sesama yang memerlukan seperti yang dilakukan oleh bapak Supardi, dengan menyisihkan sebagian penghasilan dari penjualan es dawet kepada fakir miskin dan anak yatim. SEmoga beliau diberikan kesehatan dan menjadi Haji yang Mabrur.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *