Gugus Tugas Keagamaan Covid-19 Majalengka Membolehkan Sholat Idul Fitri Tapi Melarang Takbir Keliling

  • Share
Gugus Tugas Keagamaan Covid 19 Kabupaten Majalengka Tintahijau
Gugus Tugas Keagamaan Covid 19 Kabupaten Majalengka Tintahijau

CIKIJING.COM – Gugus Tugas Keagamaan Covid-19 Majalengka Membolehkan Sholat Idul Fitri Tapi Melarang Takbir Keliling Belum lama ini pihak gugus tugas keagamaan virus Corona Covid-19 untuk Kabupaten Majalengka, resmi memperbolehkan bagi seluruh umat muslim yang ada di Kabupaten Majalengka, supaya bisa melaksanakan ibadah secara berjamaah di masjid atau mushola seperti diantaranya melaksanakan salat Jumat, melaksanakan salat tarawih, dan juga melaksanakan salat Idul Fitri 2020 yang akan dilakukan oleh umat muslim dalam waktu dekat ini. Pasalnya seperti diketahui, apabila sekarang ini kabupaten Majalengka kembali masuk ke zona hijau atau zona biru setelah 3 pasien positif virus Corona dipastikan sehat sehingga Majalengka 0 positive Corona.

Penanganan virus Corona di bidang keagamaan kabupaten Majalengka resmi membolehkan Sholat Idul Fitri dilakukan di masjid ataupun di lapangan, akan tetapi mereka melarang beberapa kegiatan diantaranya adalah melaksanakan takbir keliling dan juga melaksanakan ziarah atau bersilaturahmi. Walaupun diberikan keringanan untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah bisa dilakukan di masjid akan tetapi untuk relaksasi ibadah tersebut mempunyai catatan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan juga physical distancing secara ketat agar bisa terhindar dari wabah virus Corona.

Sholat Idul Fitri diperbolehkan di Majalengka

Ketua Satgas keagamaan H Yayat Hidayat belum lama ini mengatakan kepada awak media setelah dirinya selesai memimpin rapat di aula kantor Kemenag kabupaten Majalengka pada hari Senin 18 Mei 2020, apabila hasil pertemuan tersebut adalah Menindaklanjuti evaluasi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar yang dilakukan di Kabupaten Majalengka.

Di mana Di dalam kesempatan tersebut, ketua Satgas keagamaan bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia Majalengka yaitu KH.Anwar Sulaeman, selanjutnya ketua dewan masjid Indonesia H.E.Z Abidin, ketua forum kerukunan umat beragama yaitu H Asep Syahidin dan beberapa peserta yang ikut dalam rapat seperti pejabat di lingkungan Kementerian Agama Majalengka dan beberapa pimpinan ormas dan tamu undangan.

Dari hasil rapat tersebut, menurut Yayat apabila pemkab Majalengka bersama tim gugus tugas Covid-19 memperbolehkan bagi seluruh umat muslim yang ada di Kabupaten Majalengka untuk melaksanakan salat tarawih, salat rawatib, salat Jumat, salat idulfitri, takbiran di masjid, akan tetapi harus tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Beberapa alasan kenapa Majalengka memberikan kelonggaran kepada umat muslim untuk melakukan ibadah berjamaah walaupun sedang berada di masa pandemi, salah satunya dikarenakan kabupaten Majalengka sudah memasuki zona hijau atau zona biru atau zona aman setelah hasil evaluasi PSBB.

Walaupun begitu, menurut Yayat bagi masyarakat yang ingin berjamaah terutama melaksanakan salat Idul Fitri maka harus steril dan juga aman dari bahaya virus Corona seperti salah satunya tidak terkonsentrasi hanya pada satu titik dan sangat direkomendasikan untuk menyebar dan berada di daerah yang memang terkendali dari virus Corona.

Selanjutnya untuk masyarakat yang akan melaksanakan salat hari raya Idul Fitri maka tetap mengikuti protokol kesehatan diantaranya membawa sejarah masing-masing, menggunakan masker, tidak bersalaman, memperpendek bacaan salat dan juga khutbah, selanjutnya menjaga jarak minimal 1 meter.

Takbir keliling dan ziarah kubur dilarang

Selanjutnya untuk masalah takbir keliling dan juga ziarah kubur menurut Yayat, hal ini untuk sementara dilarang terlebih dahulu dan tidak boleh dilaksanakan termasuk salah satunya adalah silaturahmi dan yang diperbolehkan hanya takdir di dalam masjid atau mushola dengan jumlah yang terbatas.

Surat edaran Satgas keagamaan Majalengka

Setelah diadakan diskusi tersebut, satgas keagamaan virus Corona kabupaten Majalengka langsung membuat surat edaran dengan nomor 2 tahun 2020 terkait penyelenggaraan ibadah dan kafiat takbir juga idulfitri di masa pandemi virus Corona covid-19 dan selanjutnya ditandatangani langsung oK pihak Kemenag Majalengka bersama Majelis Ulama Indonesia, pihak dari DMI, dan FKUB. Harus anda ketahui apabila tujuan pembuatan surat edaran ini adalah untuk melindungi dan menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat Indonesia sambil memohon rahmat dan perlindungan dari Allah SWT.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *